Pernah gak sih, kamu lagi pengen beli mobil merah, terus tiba-tiba di jalan jadi sering banget lihat mobil merah di mana-mana? Padahal, sebelumnya kayaknya biasa aja. Atau, kamu lagi hamil, dan mendadak semua temenmu juga ikutan hamil, atau kamu jadi sering lihat ibu-ibu hamil di mana-mana? Nah, fenomena ini punya nama lho, guys: Red Car Theory!
Apa Sih Sebenarnya Red Car Theory Itu?
Secara sederhana, Red Car Theory itu adalah fenomena psikologis di mana ketika kamu fokus pada suatu hal (entah itu objek, ide, atau informasi), otakmu jadi lebih peka dan cenderung akan “menangkap” hal tersebut di lingkungan sekitarmu. Bukan berarti hal itu baru muncul atau jumlahnya bertambah, tapi karena perhatianmu tersaring dan fokus pada hal tersebut, kamu jadi lebih menyadarinya.
Ini bukan sulap, tapi cara kerja otak kita yang canggih banget. Otak kita punya sistem filter yang namanya Reticular Activating System (RAS). RAS ini tugasnya mirip satpam yang nyaring informasi apa aja yang masuk ke kesadaran kita. Kalau kamu udah setel “filter” kamu ke “mobil merah”, ya otomatis RAS kamu akagasih sinyal ke otak buat lebih peka sama mobil warna merah di jalanan.
Bukan Cuma Mobil Merah: Aplikasi di Dunia Nyata
Teori ini gak cuma berlaku buat mobil merah doang, kok. Banyak banget contoh di kehidupan sehari-hari:
- Gadget Baru: Kamu baru beli HP seri terbaru. Eh, besoknya kamu jadi sering lihat orang-orang pakai HP yang sama, atau iklan HP itu muncul terus di mana-mana.
- Fashion Item: Kamu lagi suka banget sama satu gaya baju atau tas tertentu. Tiba-tiba, di media sosial, di mall, atau di tongkrongan, jadi banyak banget yang pakai atau jual item serupa.
- Ide Bisnis: Kamu lagi mikirin ide bisnis jualan kopi keliling. Eh, pas lagi scroll TikTok, muncul video orang sukses dengan bisnis kopi kelilingnya, atau kamu jadi notice banyak banget gerobak kopi di pinggir jalan.
- Masalah atau Solusi: Kalau kamu lagi fokus sama suatu masalah, kamu jadi lebih gampang lihat hal-hal negatif yang berhubungan dengan masalah itu. Sebaliknya, kalau kamu lagi nyari solusi, kamu jadi lebih terbuka sama ide-ide atau kesempatan yang bisa bantuin kamu.
Intinya, apa yang kita fokuskan, itulah yang cenderung akan kita lihat dan alami lebih sering.
Kenapa Otak Kita “Mainin” Kita Kayak Gini?
Ada beberapa alasan kenapa Red Car Theory bisa terjadi:
- Selective Attention (Perhatian Selektif): Otak kita dibanjiri jutaan informasi setiap detiknya. Supaya gak overwhelmed, otak kita punya mekanisme untuk memilih informasi mana yang relevan dan penting untuk diperhatikan. Kalau kamu sudah “memprogram” otakmu untuk melihat mobil merah, ya otomatis itu jadi prioritas perhatian.
- Confirmation Bias (Bias Konfirmasi): Ini adalah kecenderungan kita untuk mencari, menafsirkan, dan mengingat informasi yang mengkonfirmasi keyakinan atau hipotesis kita. Kalau kamu yakin mobil merah itu ada di mana-mana, otakmu akan berusaha mencari bukti untuk mendukung keyakinan itu.
- Reticular Activating System (RAS): Seperti yang udah disebutin tadi, RAS ini adalah filter di otak kita. Ketika kamu menetapkan suatu tujuan atau fokus pada sesuatu, RAS kamu akan bekerja lebih keras untuk mencari informasi yang relevan dengan fokus tersebut dan “menampilkan”nya ke kesadaranmu.
Manfaatin Red Car Theory Buat Hidup Lebih Produktif & Positif
Nah, setelah tahu rahasia ini, kamu bisa banget lho pakai Red Car Theory buat hal-hal yang positif dan bikin hidupmu lebih kece:
- Fokus Pada Tujuanmu: Punya impian mau kuliah di kampus X? Atau mau bisa bahasa Inggris dengan lancar? Mulai sekarang, fokuskan pikiranmu ke sana. Kamu akan lebih gampang notice beasiswa, kursus, teman yang bisa bantu, atau peluang lain yang berkaitan dengan tujuanmu.
- Belajar Hal Baru Lebih Efektif: Ketika kamu lagi belajar materi tertentu, otakmu akan lebih peka terhadap informasi yang relevan. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba kamu nemu artikel, video, atau obrolan yang nyambung sama materi yang lagi kamu pelajari. Ini bikin proses belajarmu jadi lebih rich!
- Meningkatkan Rasa Syukur: Coba deh, mulai fokus sama hal-hal baik yang kamu punya atau alami setiap hari. Mungkin awalnya susah, tapi lama-lama, otakmu akan terbiasa dan kamu jadi lebih mudah menyadari banyak alasan untuk bersyukur, sekecil apapun itu.
- Mengurangi Negativitas: Sama seperti positif, kalau kamu terlalu fokus sama hal-hal negatif, ya itu juga yang akan kamu lihat terus. Jadi, sadari kalau kamu lagi terjebak di loop pikiraegatif, lalu coba alihkan fokusmu ke hal lain yang lebih membangun.
Intinya, Red Car Theory mengajarkan kita kalau apa yang kita pikirkan dan fokuskan itu punya kekuatan besar buat membentuk realita kita. Jadi, yuk mulai sekarang kita “program” otak kita buat fokus pada hal-hal yang positif, produktif, dan bikin kita makin berkembang! Siap melihat “mobil merah” kesuksesanmu?
